KotaMalang termasuk wilayah yang tercatat berpotensi terjadiya bencana alam khususnya bencana banjir. Kota Malang tidak memenuhi standar kapasitas Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai daerah

Di Indonesia sendiri, ada 5 kota yang sudah memperbanyak ruang terbuka hijau di wilayahnya sehingga layak mendapat julukan green city alias Kota Hijau. Dream - Seiring dengan perkembangan zaman, tingkat polusi di kota-kota dunia pun semakin meningkat. Hal inilah yang kemudian mendorong gerakan global untuk meningkatkan jumlah pohon dan tanaman yang ada di kota besar. Di Indonesia sendiri, ada 5 kota yang sudah memperbanyak ruang terbuka hijau di wilayahnya sehingga layak mendapat julukan green city alias Kota Hijau. Intip di sini, yuk! Malang Malang masuk ke dalam salah satu kota hijau di Indonesia karena memiliki tingkat infiltrasi atau kapasitas resapan air hujan yang cukup tinggi, yaitu lebih dari 53 mm/jam. Hal ini menjadi bukti bahwa Malang adalah daerah resapan air yang baik dengan ruang terbuka hijau seluas meter persegi. Yogyakarta Kota yang satu ini tercatat memiliki 35 lokasi ruang terbuka hijau yang tersebar di 14 kecamatan hingga tahun 2014. Jumlah ini masih akan terus bertambah di setiap keluarahan yang belum memiliki. Inilah yang membuktikan bahwa Kota Gudeg tersebut layak menjadi salah satu kota hijau di Indonesia. Bandung Hingga saat ini, Bandung terus berbenah agar menjadi kota hijau dengan jumlah ruang terbuka hijau yang ideal. Saat ini, jumlah pohon pelindung yang ditanam di sana mencapai lebih dari 200 ribu pohon. Pemerintah kota juga terus mengembangkan ruang terbuka hijau di berbagai area di kota tersebut. Balikpapan Selain menjadi salah satu kawasan hutan di Indonesia, Balikpapan juga memiliki predikat sebagai kota hijau di Indonesia. Lokasi ruang terbuka hijau di Balikpapan tersebar di kawasan hutan lindung Sungai Wain, Kebun Raya Balikpapan, Hutan Kota Pertamina, dan taman kota lainnya. Meikarta, Cikarang Nah, sebentar lagi akan ada sebuah kota baru yang akan menjadi salah satu green city modern di Indonesia, yaitu Meikarta yang terletak di Cikarang. Megaproyek yang dikembangkan oleh Lippo Group ini digarap dengan mengandalkan konsep kota hijau yang ramah lingkungan. Nggak hanya menampilkan kota modern yang indah saja, Meikarta juga akan memiliki peran besar untuk menjaga kelestarian lingkungan. Keseriusan Lippo Group mengembangkan kota modern yang ramah lingkungan ini dibuktikan dengan kehadiran Central Park, lahan terbuka hijau seluas 100 hektar yang menjadi ruang terbuka hijau di sana. Nggak hanya meniru nama Central Park di New York saja, tapi juga konsepnya mengadopsi taman tersebut yang menyatukan pedestrian, hunian, taman, termasuk pengelolaan sampah dengan teknologi yang baik. Central Park ini nantinya akan dilengkapi dengan tanaman, kebun binatang mini, hingga jogging track yang asyik untuk keluarga. Konsep Kota Hijau di Meikarta, Cikarang ini juga akan didukung oleh green transportation alias transportasi umum hijau yang berkualitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan penggunaan transportasi massal, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, hingga menciptakan infrastruktur jalan yang mendukung perkembangan transportasi massal. Meikarta nanti akan memiliki transportasi internal yang disebut APM atau Automated People Mover, sehingga memudahkan mobilitas para penghuni kalau ingin menikmati berbagai fasilitas yang ada di Meikarta. Gimana, semakin tergiur untuk menjadi bagian dari Meikarta kan? Temukan informasi selengkapnya dengan mengunjungi
Sebabkawasan tersebut merupakan lahan hijau dan resapan air. Namun apakah benar yang dikatakan oleh JJ Rizal? Pengajar ilmu perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna justru menyatakan bahwa setiap wilayah Jakarta sebaiknya dipertimbangkan berapa persen yang akan disisihkan menjadi daerah resapan air.
Peningkatan jumlah penduduk umumnya diikuti dengan perkembangan kota seperti perluasan daerah permukiman, areal bisnis seperti pertokoan, perkantoran, jalan, dan sarana prasarana pendukung lainnya. Namun, karena keterbatasan lahan di pusat kota menyebabkan perkembangan kota tersebut meluas ke arah daerah pinggiran sehingga luasan areal terbangun semakin bertambah. Areal perbukitan, bantaran sungai, daerah banjir, serta areal pertanian perkotaan yang seharusnya tetap hijau, mulai dirambah menjadi areal permukiman dan perdagangan. Kawasan – kawasan terbuka tersebut sebenarnya dapat digunakan sebagai kawasan resapan air yang memiliki fungsi untuk menjaga keseimbangan siklus hidrologi sebuah wilayah. Kondisi hidrologi yang seimbang harapannya agar tidak mengganggu dan menimbulkan dampak buruk bencana bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perkembangan permukiman yang saat ini terjadi dapat mengancam keberadaan dan luasan area kawasan yang seharusnya difungsikan untuk menjadi resapan air. Perubahan fungsi lahan akan sangat berpengaruh pada siklus hidrologi terutama proses peresapan air ke dalam tanah. Pendirian suatu bangunan menyebabkan lahan tersebut menjadi lebih kedap air dibanding keadaan semula. Jumlah air yang meresap ke dalam tanah akan menurun dengan drastis atau bahkan tidak ada sama sekali sehingga aliran air permukaan akan meningkat. Kepadatan bangunan yang makin meningkat mengakibatkan kualitas keseimbangan lingkungan semakin menurun. Berkurangnya kawasan resapan air dapat mengurangi kemampuan dalam fungsinya sebagai kawasan penyangga lingkungan. Berkurangnya kawasan resapan air akan berakibat run – off air yang semakin besar. Hal tersebut akan berdampak pada timbulnya bencana banjir di kawasan setempat atau bahkan di kawasan lain diluar kawasan penyangga. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan solusi sekaligus memberikan batasan – batasan terhadap pemanfaatan tanah akibat perkembangan zaman adalah dengan membuat Peraturan Pemerintah PP Nomor 6 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 serta Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Hal ini dilakukan agar penggunaan tanah yang dilakukan oleh masyarakat khususnya untuk permukiman dapat memperhatikan fungsi kawasan sesuai pada aturan Rencana Tata Ruang Wilayah RTRW masing-masing provinsi, daya dukung tanah, serta fungsi tanah sehingga tidak mengganggu keseimbangan lingkungan setempat maupun lingkungan sekitarnya Webinar Perkim Seri 16 “ Permukiman Di Kawasan Resapan Air “ pada Kamis 22 Oktober 2020 menghadirkan dua orang pembicara yaitu Dr. Mohammad Pramono Hadi, Dosen Fakultas Geografi UGM dan Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup serta M. Nurrochmawardi, ST., MM Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman DPUPKP Kabupaten Sleman. Berikut merupakan ulasan sesi diskusi webinar Bagi masyarakat umum, bagaimana mendeteksi kawasan – kawasan yang ternyata dijadikan sebagai resapan air tanah? Apakah bisa dideteksi berdasarkan ciri – cirinya atau harus ditanyakan ke dinas? Jika kita membahas konteks jenis tanah, sebenarnya tidak hanya tentang lapisan tanah di bagian atas saja, tetapi juga sampai pada batuan yang ada di bawahnya. Terkadang masyarakat itu menilai karakteristik tanah hanya dengan melihat lapisan luarnya saja, tanpa mendeteksi jenis lapisan yang ada di bawahnya. Hal itu biasanya akan disadari saat mereka menggali tanah untuk membuat sumur, di awal pengerjaan mereka yakin bahwa tanah tersebut memiliki sumber air tanah yang banyak untuk bisa dimanfaatkan. Namun, setelah proses pengerjaan terjadi jenis lapisan di bawahnya adalah tanah padas sifat tanah ini keras dan sulit untuk menyerap air sehingga mereka tidak menemukan sumber air dalam sumur. Hal – hal semacam ini sebenarnya sulit untuk dijelaskan kepada masyarakat. Langkah yang paling baik sebenarnya adalah mendata lapisan – lapisan tanah yang ada di permukimaan saat ada salah seorang warganya sedang menggali tanah / sumur. Jika data ini dapat tersistem dan dipetakan dengan baik maka pemerintah dapat membuat kebijakan yang berhubungan dengan pemanfaatan tanah. Dr. Mohammad Pramono Hadi, Dosen Fakultas Geografi UGM, Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup Bagaimana konsep pembangunan permukiman di wilayah darat pada pulau-pulau kecil Provinsi Kepri dengan jenis tanah padsolik merah kuning dan kondisinya rawan air kekuragan air? Karakteristik tanah padsolik merah kuning daya simpan airnya sangat rendah sehingga mudah mengalami kekeringan karena tidak dapat menyimpan air ke dalam tanah. Hal ini menyebabkan wilayah di sekitarnya memiliki kondisi rawan kekurangan air tanah. Saya beri contoh kasus di Gunung Kidul. Gunung Kidul itu daerah yang miskin air tetapi hujannya cukup deras. Sejak tahun 70-an, di sana sudah dilakukan upaya untuk pembuatan PAH Penampungan Air Hujan, namun biaya kegiatan ini cukup mahal. Masyarakat juga masih mengira bahwa pembuatan PAH ini menyita space ruang karena harus diletakkan di dalam atau di luar rumah pribadi masyarakat di atas permukaan tanah. Padahal sebenarnya, pembuatan PAH ini boleh diletakkan di bawah rumah agar tidak menyita ruang yang cukup banyak, namun hal ini harus memperhatikan struktur penampungan air hujannya. Kemudian untuk di daerah Riau atau di daerah kepulauan pulau – pulau kecil lainnya, di sana memiliki kondisi fisik yang berbeda dengan wilayah di dataran lainnya. Untuk di wilayah pesisir atau pulau – pulau kecil sebenarnya juga bisa membuat konsep permukiman dengan menambahkan sistem tampungan air hujan seperti di Kabupaten Gunungkidul. Selain dapat melindungi fungsi tanah, konsep ini sebenarnya juga bisa bermanfaat untuk menyediakan sumber air bagi masyarakat. Jika langkah ini bisa dilakukan, maka pada saat terjadi hujan, airnya tidak langsung terbuang ke luat. Air tawar dari hujan ini masih sangat esensi atau bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya. Air dari tampungan hujan ini juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik lainnya. Dr. Mohammad Pramono Hadi, Dosen Fakultas Geografi UGM, Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup Alokasi ruang untuk KDB perumahan di kawasan sehingga dapat digunakan untuk ruang terbuka? KDB adalah Koefisien Dasar Bangunan. KDB ini berfungsi untuk menciptakan keseimbangan ruang yang tertata dan terkendali. Keseimbangan ini untuk menjaga jumlah lahan terbangun dan jumlah ruang area terbuka hijau. Jika keseimbangan ruang ini dapat tercipta maka dapat meminimalisir bencana banjir yang disebabkan oleh kurangnya area resapan air. Kita ambil contoh di daerah Kabupaten Sleman, Kabupaten Sleman merupakan salah satu daerah yang memiliki tanggungjawab terhadap fungsi konservasi air karena letaknya yang berada di Hulu DIY. Aturan di Kabupaten Sleman terkait dengan perumahan yang dibuat oleh pengembang, mereka harus menyediakan sekitar 50 – 60% dari total luas area untuk menjadi fasilitas umum dan ruang terbuka. Sedangkan untuk perumahan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat aturannya hanya menyediakan ruang sekitar 4 meter saja dapat digunakan untuk fasilitas jalan. Namun di lingkup yang lebih luas lagi, penentuan KDB ini sudah melibatkan area zona, seperti zona pertanian dan zona resapan air. Jika aturan untuk ruang terbuka ini dapat diterapkan baik dalam bentuk KDB maupun zona maka keseimbangan ruang akan tercipta untuk konservasi air tanah. M. Nurrochmawardi, ST., MM Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman

Gambar2.2 Piramida Penduduk Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2011 Sumber: BPS Polewali Mandar, 2011 Dari piramida penduduk diatas terlihat bahwa kelompok umur terbesar berada pada kelompok umur 5-9 tahun yaitu sebanyak 47.938 jiwa, yang terdiri dari 24.677 laki-laki dan 23.261 perempuan.

403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID xJI97tc_bZR7PAFbg23py2LNtzHfb2CfBFSBRx7McEAl_5mSJ0vVeg==
SLHDmerupakan gambaran kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dalam laporan ini akan dijelaskan kondisi lingkungan hidup, data kualitas lingkungan, peta dan analisis secara mendalam Mewujudkan Tata Kelola Kawasan Hutan dan Karst Kabupaten Grobogan Yang Berkelanjutan dan Memberdayakan Masyarakat. by baskoro aji.
RADAR JOGJA –Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah RTRW 2021-2041 telah selesai dibahas oleh panitia khusus pansus DPRD Kabupaten Sleman. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sleman Guntur Yoga Purnawan ST berharap, regulasi tersebut tidak hanya mewadahi kepentingan pembangunan wilayah secara umum. Tapi juga harus bisa menjadi payung hukum untuk menjamin wilayah Sleman ke depan zero droping air. Artinya tak ada lagi wilayah rawan kekeringan. “Jadi, pemerintah daerah harus membuat payung hukum turunan untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” ujar sekretaris Fraksi Partai Golkar itu. Guntur mengaku telah mengingatkan hal itu kepada pemerintah daerah selaku lembaga eksekutif. Bahwa semangat pembahasan Raperda RTRW salah satunya untuk memberikan jaminan kepada masyarakat ke depan tak ada lagi kawasan yang mengalami kekeringan saat kemarau. Khususnya bagi warga Prambanan dan sekitarnya. Sehingga mereka tak lagi harus mengandalkan droping air dari pemerintah maupun swasta. “Ini penting. Apalagi RTRW ini berlaku sampai 20 tahun ke depan,” katanya. Saat ini memang sudah tak ada lagi kawasan terdampak kekeringan di Sleman. Ada pun luasannnya tidak signifikan. Kendati demikian, Guntur minta pemerintah tetap membuat regulasi yang mengatur tentang pembangunan sarana dan prasarana ketersediaan air bersih. Misalnya membangun embung di daerah rawan kekeringan. “Termasuk upaya melestarikan sumber daya air. Menjaga daerah resapan air dan sebagainya. Itu juga perlu diatur lebih lanjut dengan payung hukum,” pinta politikus asal Jogotirto, Berbah, itu. Payung hukum tersebut terutama untuk mencegah terjadinya alih fungsi lahan hijau di daerah resapan air. Apalagi Sleman dikenal sebagai wilayah penyangga air bagi Provinsi DIJ. yog Terkini
Salahsatu daerah yang banyak mengalami konversi lahan, yaitu kota Bogor, khususnya daerah Puncak, Cisarua, jawa Barat. bagian dari Kabupaten Bogor yang difungsikan sebagai kawasan konservasi untuk menjaga dan mempertahankan lahan hijau sebagai kawasan resapan air. Letak geografisnya yang berada di ketinggian 330 meter di atas permukaan Pengertian Daerah Resapan AirDaerah resapan air dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI adalah daerah atau wilayah tempat penampungan air untuk mencegah terjadinya banjir. Demikian, daerah resapan air merupakan daerah yang menjadi tempat air hujan dapat masuk ke dalam lapisan tanah dan terkunci di dalamnya, sehingga tidak langsung mengalir ke sungai atau ke resapan air merupakan bagian penting dalam penataan kota yang tidak boleh salah dalam pembuatan dan perencanaannya. Kawasan yang sudah ditetapkan menjadi daerah resapan air, harus tetap dipertahankan jika tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat intensitas dan kuantitas air hujan menjadi limpasan run off dalam jumlah yang hanya berhubungan dengan peristiwa banjir, juga sangat berhubungan dengan keberadaan cadangan air di planet Bumi. Biasanya daerah resapan air ini memiliki banyak pepohonan karena akar pohon merupakan pengunci air yang sangat baik. Daerah resapan air akan dapat mencegah terjadinya banjir dan juga dapat menyimpan air dan menguncinya untuk bisa digunakan di kemudian hari. Penyebab Berkurangnya Daerah Resapan AirNamun, realitas sekarang ini menunjukkan bahwa daerah resapan air sudah mulai berkurang, terlebih di daerah perkotaan yang akan sangat sulit untuk menemukan daerah resapan air. Masalah yang dihadapi sebagian kota besar di Indonesia adalah urbanisasi yang mengakibatkan kebutuhan akan lahan/tempat tinggal meningkat. Pembangunan fisik yang tidak berdasarkan pada kelestarian lingkungan akan berakibat negatif dikemudian hari dapat berupa bencana banjir ataupun berkurangnya air tanah. Resapan air tidak terlepas dari ruang terbuka hijau di sebuah kota. Idealnya setiap kota memiliki ruang terbuka hijau seluas 30% dari luas kota yang dapat berupa telaga waduk, danau, atau situ, green belt, taman, dan hutan beberapa penyebab berkurangnya daerah resapan air di antaranya,1. Pembangunan infrastruktur publikSalah satu faktor penyebab berkurangnya daerah resapan air adalah karena berkembangnya pembangunan infrastruktur publik, seperti jalan aspal, tol, betonisasi jalan dan lain sebagainya. Coba sekarang kita perhatikan. Dulu di sekitar jalan raya masih kita temukan ada lahan yang ditanami pohon atau minimal rumput. Namun sekarang di sekitar jalan sudah dibeton sehingga tidak ada tempat air untuk dapat meresap ke dalam tanah. Akibatnya, banyak jalan tergenang air ketika hujan turun dengan Pembangunan pemukiman pendudukTidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan pemukiman penduduk semakin lama semakin banyak, terlebih di ibukota. Dulu, masyarakat membangun rumah ilegal di bantaran sungai, hal itu jelas akan mengganggu kesehatan lingkungan sungai. Namun, sekarang pemerintah merelokasi tempat tinggal mereka. Masyarakat pendatang tidak lagi tinggal di bantaran sungai, melainkan di rumah susun atau rumah lainnya yang disediakan pemerintah dengan harga yang murah. Nah, lahan untuk membangun perumahan warga inilah yang mengurangi daerah resapan air. Misalnya, yang mulanya adalah taman dengan pohon- pohon sekarang berubah menjadi rumah Banyaknya sampah yang berserakanBanyaknya sampah yang berserakan jelas akan mengurangi daerah resapan air. Terlebih jika sampah tersebut adalah sampah non organik seperti kaleng dan plastik yang mana air saja tidak dapat tembus. Hal ini jelas akan menyebabkan air menjadi tergenang dan tidak dapat meresap ke dalam tanah. Sampah juga merupakan salah satu penyebab Penebangan pohon secara liarKita semua tahu bahwa fungsi pohon salah satunya adalah sebagai penyerap air dan pengunci air di dalam tanah. Namun, sekarang ini pohon sudah jarang kita temukan, terlebih di kota besar karena alasan tertentu. bahkan, di hutan pun sudah banyak orang yang menebang pohon tanpa izin. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi jenis siklus air. Air tidak dapat meresap ke dalam tanah dan bertahan lama di dalam Pembangunan fasilitas publikPembangunan memang pesat, selain infrastruktur dan pemukiman masyarakat, yang juga dibangun dengan pesat adalah fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, hotel atau lainnya. Pembangunan ini jelas akan mengurangi stock lahan kosong yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai daerah Memperbaiki Daerah Resapan AirHal-hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan menambah daerah resapan air di kota besar di antaranya,1. Menentukan vegetasi yang tepat untuk ditanam di daerah resapan air. Beberapa tanaman memiliki sifat menyerap air lebih banyak dibandingkan dengan tanaman lainnya. Beberapa di antaranya adalah bambu, beringin, bisbul sejenis kesemek, rambutan, nangka, manggis, dan Memperbaiki kondisi tanah agar mudah menyerap air3. Membuat lubang biopori. Pembuatan lubang biopori dapat dilakukan oleh secara pribadi di rumah-rumah sehingga jika dilakukan secara kolektif akan menambah jumlah resapan air di kota Membuat sumur resapan5. Menjaga agar luas daerah resapan air tidak terkonversi menjadi bangunan-bangunan yang tidak ramah lingkungan. Alhasildanau Tolire yang memiliki air berwarna hijau kekuningan ini masih sangat alami. 3. Legenda buaya putih di Danau Tolire. Masyarakat sekitar danau Tolire meyakini bahwa danau ini dihuni banyak buaya siluman. Menurut cerita masyarakat setempat, jauh sebelum terbentuk danau, kawasan ini adalah sebuah kampung yang masyarakatnya hidup sejahtera.
Daerah resapan air menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana di suatu daerah. Simak informasi lengkapnya! Dalam sebuah tata kota yang baik, terdapat banyak instrumen dan aspek yang harus terpenuhi. Salah satunya adalah aspek hidrologis. Hidrologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang ilmu geografi yang mempelajari pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh bumi dan sumber daya air pada sebuah wilayah. Bencana alam seperti banjir, kekeringan atau tanah longsor adalah hal yang tidak bisa kita prediksi. Oleh sebab itu, langkah yang bisa dilakukan adalah membangun daerah resapan air. Daerah ini sendiri merupakan tanggung jawab pemerintah untuk membangunnya agar sebuah kota bisa terhindar dari berbagai macam masalah bencana. Buat kamu yang ingin tahu lebih jauh tentang daerah resapan air, bisa simak artikel ini sampai habis sebab kita akan mengulasnya secara lengkap. Apa itu Daerah Resapan Air? Sumber Daerah resapan air adalah lokasi yang difungsikan sebagai tempat meresapnya air hujan ke dalam tanah atau daerah yang lebih rendah sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. Fungsi dari tempat ini adalah untuk menampung debit air hujan yang turun di daerah tersebut. Secara tidak langsung daerah resapan memiliki peran vital dalam pengendalian banjir dan kekeringan di musim kemarau pada suatu daerah. Dampak yang terjadi kalau sebuah wilayah tidak memiliki daerah resapan adalah bencana banjir, kekeringan sampai tanah longsor. Banjir dapat terjadi karena tidak adanya tanah yang menampung air hujan. Selain itu, kekeringan yang kerap terjadi di musim kemarau bisa kita atasi dengan menampung debit air berlebih pada musim hujan. Sumber Good News From Indonesia Daerah resapan memiliki banyak manfaat untuk alam dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Berikut ini adalah daftar manfaatnya. Sebagai wilayah penampung debit air berlebih ketika musim hujan datang. Upaya pemerintah untuk menanggulangi bencana banjir Sebagai tempat rekreasi masyarakat Sebagai tempat pemercantik suatu daerah Meningkatkan cadangan air tanah pada musim kemarau Mencegah intrusi air laut perembesan air laut atau cairan lain ke dalam lapisan tanah sehingga menyebabkan percampuran. Mencegah terjadinya erosi pada tanah yang tidak stabil Dasar Hukum Daerah Resapan Air Sumber ANTV Klik Pembangunan daerah resapan pada suatu daerah sendiri tertuang dalam beberapa peraturan. Berikut ini adalah dasar hukumnya. Keputusan Presiden Nomor 32 Pasal 1 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 10 Tahun 2022 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 mengenai Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur Cara Membuat Daerah Resapan Air Sumber Dalam skala yang lebih kecil, kita sebagai masyarakat juga bisa membuat resapan air sendiri di rumah atau komplek perumahan. Berikut ini adalah langkah-langkahnya Memilih vegetasi yang tepat untuk ditanam di daerah resapan. Beberapa diantaranya adalah bambu, beringin, bisbul sejenis kesemek, rambutan, nangka, manggis, dan matoa. Menjaga kondisi tanah agar tetap subur dan baik Membuat lubang biopori. Pembuatan lubang biopori dapat dilakukan oleh secara pribadi di rumah-rumah sehingga jika dilakukan secara kolektif akan menambah jumlah resapan air di kota besar. Membuat area terbuka hijau baru di taman rumah Membuat sumur resapan di halaman rumah Menjaga agar luas daerah tanah di rumah tidak sepenuhnya dijadikan bangunan permanen. *** Nah, itulah penjelasan lengkap tentang daerah resapan air yang bisa kamu ketahui mulai dari pengertian sampai contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat ya Property People! Apabila kamu ingin mencari tempat tinggal di marketplace properti tepercaya dan aman. Bisa mengunjungi laman Untuk mendapatkan penawaran terbaik seperti di Cluster Griya Sakinah Bandung.
lingkungan termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. 5. Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur, yang selanjutnya disebut sebagai Kawasan Jabodetabekpunjur, adalah kawasan strategis nasional yang meliputi seluruh wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta,

Keluaranyang akan dihasilkan dari ini perencanaan desain transport hub pada kawasan berorientasi transit Dukuh Atas studi kasus Jalan Kendal, Dukuh Atas, Jakarta Pusat

PulihkanKawasan Puncak Sebagai Resapan Air, Kementerian ATR/BPN Tanam 5.000 Pohon Kementerian ATR menanam 5.000 pohon melalui rangkaian Perayaan Puncak Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) 2021. .
  • rtqbd55s41.pages.dev/302
  • rtqbd55s41.pages.dev/85
  • rtqbd55s41.pages.dev/79
  • rtqbd55s41.pages.dev/258
  • rtqbd55s41.pages.dev/174
  • rtqbd55s41.pages.dev/276
  • rtqbd55s41.pages.dev/242
  • rtqbd55s41.pages.dev/78
  • kawasan hijau yang termasuk daerah resapan air disebut