Pengertian Tata Bahasa Menurut Ahli1. Keraf dalam Misriyah 20112. Crystal dalam Tarigan 19893. Djiwandono 20114. Kridalaksana 20015. Wedhawati 20066. Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBICiri-Ciri Tata BahasaSifat Tata BahasaJenis-Jenis Tata Bahasa1. Tata Bahasa Deskriptif2. Tata Bahasa Historis-Komparatif3. Tata Bahasa Tradisional4. Tata Bahasa Generatif5. Tata Bahasa Transformasi6. Tata Bahasa Struktural7. Tata Bahasa Tagmemik8. Tata Bahasa PedagogikBidang-Bidang Tata Bahasa1. Fonologi2. Morfologi3. Sintaksis4. SemantikAspek-Aspek Tata Bahasa1. Dilihat dari Tujuannya2. Dilihat dari Pengorganisasian Isinya3. Dilihat dari Dasar Pemeriannya4. Dilihat dari Gaya Penyajiannya5. Dilihat dari Ruang Lingkup PemakaiannyaContoh Pemakaian Tata Bahasa1. Contoh Pemakaian Tata Bahasa Kalimat Langsung2. Contoh Pemakaian Tata Bahasa Kalimat Tak Langsung Tata bahasa secara umum merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Tata bahasa merupakan ilmu linguistik yang mana artinya adalah suatu ilmu yang mempelajari mengenai bahasa. Di dalam bahasa Indonesia, tata bahasa ini sudah diatur sedemikian rupa dengan baku di dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Dalam mempelajari bahasa Indonesia, tentu Anda tidak akan terlepas dari penggunaan tata bahasa yang baik dan benar. Tak hanya di dalam bahasa Indonesia saja, di dalam bahasa Inggris juga ada istilah tata bahasa yang disebut grammar. Sehingga dari berbagai fenomena dan istilah tersebut, diketahui bahwa tata bahasa menjadi aspek penting. Tata bahasa bahkan juga jadi modal awal yang penting yang harus dikuasai oleh seorang penutur bahasa, terutama bahasa Indonesia agar Anda dapat melakukan komunikasi dengan baik dan benar. Namun sayangnya, di Indonesia ini penerapan dan penggunaan tata bahasa untuk penguasaan bahasa kualitasnya masih rendah atau bahkan sangat rendah. Hal ini terlihat seperti halnya yang Anda amati dan rasakan sehari-hari, baik itu pemakaian atau praktik penggunaan tata bahasa Indonesia pada media massa, penggunaan tulisan, dan lain sebagainya. Pengertian Tata Bahasa Menurut Ahli Setelah memahami pengertian tata bahasa secara umum, berikut juga merupakan pengertian dari tata bahasa yang diungkapkan menurut para ahli. Tentu pandangan para ahli beragam mengenai pengertian tata bahasa. Simak pandangan para ahli mengenai tata bahasa ini. 1. Keraf dalam Misriyah 2011 Menurut Keraf dalam Misriyah 2011, tata bahasa merupakan suatu himpunan dari berbagai patokan di dalam struktur bahasa. Struktur bahasa yang dimaksud meliputi tata bunyi, tata bentuk, tata kata, tata kalimat, dan juga tata makna. Artinya, tata bahasa ini meliputi bidang-bidang yakni fonologi, morfologi, dan sintaksis. 2. Crystal dalam Tarigan 1989 Crystal dalam Tarigan 1989 mengatakan bahwa tata bahasa atau grammar adalah studi mengenai struktur kalimat, terutama sekali dengan acuan kepada sintaksis dan morfologi dan kerap kali dijadikan buku teks atau buku pegangan. Crystal juga menjelaskan bahwa tata bahasa merupakan suatu pemerian kaidah-kaidah yang mengendalikan bahasa secara umum atau bahasa-bahasa tertentu yang mencakup semantik, fonologi, dan juga bisa mengenai pragmatik. 3. Djiwandono 2011 Djiwandono mengungkapkan pendapatnya bahwa tata bahasa sebagai bagian dari paparan tentang bahasa yang berkaitan dengan kemampuan tentang kata pada tataran morfologi dan juga kemampuan tentang kalimat pada tataran sintaksis. 4. Kridalaksana 2001 Kridalaksana memaparkan bahwa tata bahasa memiliki dua pengertian, yaitu 1 subsistem dalam organisasi bahasa di mana satuan-satuan bermakna digabung untuk membentuk satuan-satuan yang lebih besar. Secara kasar, tata bahasa terbagi atas morfologi dan sintaksis dan terpisah dari fonologi, semantik, dan leksikon; 2 seluruh sistem hubungan struktural dalam bahasa dan dipandang sebagai seperangkat kaidah untuk membangkitkan kalimat, di dalamnya tercakup pula fonologi dan semantik.] 5. Wedhawati 2006 Wedhawati berpendapat bahwa konsep tata bahasa merupakan salah satu subsistem bahasa. Subsistem tersebut memiliki dua pengertian, yaitu pengertian secara luas dan pengertian secara sempit. a. Pengertian secara sempit Artinya tata bahasa meliputi sintaksis yang mana merupakan cabang ilmu bahasa atau linguistik yang membahas hubungan antarkata di dalam kalimat, dan morfologi yang mana menjadi cabang linguistik yang membahas tentang proses pembentukan kata. b. Pengertian luas Artinya tata bahasa selain mencakup morfologi dan sintaksis juga mencakup mengenai 1 fonologi yang merupakan cabang linguistik yang membahas bunyi bahasa berdasarkan fungsinya, 2 wacana yang merupakan cabang linguistik yang membahas struktur penataan kalimat di dalam suatu teks, sehingga membentuk satu kesatuan informasi yang lengkap serta padu, 3 serta pragmatik yang merupakan cabang ilmu linguistik yang membahas struktur bahasa sebagai alat komunikasi dalam hubungannya dengan aspek situasi tutur yang bersifat ekstralingual. 6. Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, tata bahasa dipahami sebagai suatu kumpulan kaidah tentang struktur gramatikal bahasa, atau buku tentang kaidah bahasa yang meliputi kaidah fonologi, morfologi, dan sintaksis. Dari penjelasan para ahli di atas, didapatkan kesimpulan bahwa tata bahasa memiliki pengertian yakni merupakan cabang ilmu bahasa yang mempelajari tentang struktur dan kaidah dalam suatu bahasa. Oleh sebab itu, sudah disepakati bahwa struktur bahasa mencakup bidang tata bunyi, tata bentuk, tata makna, dan tata kalimat. Atau dengan kata lain, tata bahasa memiliki ruang lingkup yakni fonologi, sintaksis, morfologi, dan juga semantik. Tata bahasa juga dapat diartikan sebagai salah satu materi pengajaran di dalam bahasa yang meliputi tataran pada morfologi dan sintaksis yang disesuaikan dengan tingkat satuan pembelajaran atau sekolah. Baca Juga Perbedaan Singkatan dan Akronim Penggunaan Huruf Miring yang Baik dan Benar Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar Ciri-Ciri Tata Bahasa Untuk lebih mengetahui mengenai karakter tata bahasa, perlu diketahui bahwa tata bahasa memiliki ciri-ciri atau karakteristik. Berikut adalah ciri-ciri atau karakteristik dari tata bahasa. 1. Pembentukan kata dilihat dari afiksasi atau pengimbuhan dan juga reduplikasi atau pengulangan. 2. Berbagai sarana dari tingkat leksikal maupun pada tingkat gramatikal dapat digunakan untuk menyatakan suatu arti. 3. Jalinan tingkat gramatikal dan juga leksikal yang perlu diperhatikan. 4. Satuan sintaksis memiliki sifat senyawa. 5. Tata bahasa memiliki sifat normatif atau dengan kata lain yaitu tata bahasa disusun atas berbagai gejala bahasa yang bisa digunakan di dalam bermasyarakat. Sifat Tata Bahasa Tata bahasa ini memiliki sifat khusus, sama halnya sifat dalam ilmu bahasa lain. Secara umum, tata bahasa memiliki sifat normatif atau umum. Artinya, di dalam tata bahasa tersusun atas adanya berbagai gejala bahasa yang secara umum dipakai dan digunakan dalam suatu masyarakat. Suatu tatanan bahasa yang bersifat normatif atau umum memberikan penjelasan mengenai struktur umum dari suatu bahasa. Akan tetapi perlu diingat bahwa bahasa ini sifatnya akan terus berkembang setiap saat, sehingga akan ada berbagai perubahan yang terjadi mengenai struktur bahasa. Oleh sebab itu, tata bahasa yang sifatnya normatif ini tetap harus memiliki sifat deskriptif. Dalam hal ini, bahasa yang sudah atau telah mati dan tidak dipakai lagi dalam komunikasi sehari-hari, artinya tata bahasa normatif dari berbagai bahasa tersebut seringkali memiliki sifat perspektif yang artinya menentukan dan juga mengatur berbagai kaidah dan harus mengikuti dengan tepat dan cermat, sehingga tidak boleh ada penambahan atau tidak bisa diubah lagi. Jenis-Jenis Tata Bahasa Pemahaman mengenai pengertian tata bahasa, ciri-ciri tata bahasa, hingga sifat tata bahasa ini mengantarkan Anda pada berbagai jenis atau macam tata bahasa. Secara umum, tata bahasa ini dibedakan menjadi berbagai macam menurut cara penyusunannya yaitu seperti penjelasan di bawah ini. 1. Tata Bahasa Deskriptif Tata bahasa deskriptif merupakan tata bahasa yang disusun berdasarkan oleh pencatatan atau deskripsi yang nyata mengenai struktur dari suatu bahasa. Di dalam tata bahasa, biasanya meliputi berbagai hal tentang suatu lingkungan masa yang tentu memiliki sinkronisasi atau berhubungan antara satu sama lain. 2. Tata Bahasa Historis-Komparatif Tata bahasa historis-komparatif merupakan susunan atau jenis tata bahasa yang mana di dalamnya membicarakan mengenai perkembangan struktur bahasa dari zaman yang satu ke zaman yang lain atau disebut sebagai historis atau diakronis. Selain itu, terjadinya perbandingan antara berbagai struktur bahasa dari berbagai macam zaman yang dibandingkan dengan bahasa lainnya atau disebut komparatif. 3. Tata Bahasa Tradisional Tata bahasa tradisional adalah tata bahasa yang hanya mencontoh warisan tata bahasa barat dan mewarisi semua kaidah gramatikal tata bahasa Latin-Yunani. 4. Tata Bahasa Generatif Pengertian dari tata bahasa generatif adalah bahwa bahasa merupakan struktur pikiran manusia yang mana artinya membentuk model lengkap bahasa terdalam atau yang dikenal sebagai i-language. Model tersebut digunakan untuk menjelaskan semua bahasa manusia dan juga digunakan untuk memperkirakan ketatabahasaan dari ungkapan apapun. 5. Tata Bahasa Transformasi Tata bahasa transformasi dicetuskan oleh Noam Chomsky yang mana awalnya disebut classical theory dan kemudian dalam perkembangannya disebut sebagai standard theory yang mana menggunakan pendekatan teori sintaksis tanpa menyinggung makna atau semantik dan dapat disebut sintaksis generatif. 6. Tata Bahasa Struktural Tata bahasa struktural merupakan tata bahasa hasil dari menyelidiki bahasa secara tersendiri, terlepas dari segala prasangka yang ada. Dalam hal ini, struktural yang berasal dari kata struktur artinya hubungan yang relatif tetap antara bagian yang membentuk suatu hal. 7. Tata Bahasa Tagmemik Tata bahasa tagmemik dipelopori oleh Prof. Kenneth Lee Pike, seorang ahli bahasa ulung pendiri dan pengembang Summer Institute of Linguistic. Tata bahasa tagmemik ini berkembang dari teori yang lebih komprehensif tentang bahasa dalam ruang lingkup perilaku manusia. 8. Tata Bahasa Pedagogik Tata bahasa pedagogik atau tata bahasa pedagogis atau pedagogical grammar merupakan suatu deskripsi gramatikal mengenai bahasa yang diperuntukkan bagi maksud-maksud pedagogis, misalnya rancang-bangun, silabus, persiapan materi, dan lain sebagainya. Baca Juga Jenis-Jenis Majas dan Contohnya Jenis-Jenis Paragraf dan Contohnya Jenis-Jenis Font dan Contohnya Bidang-Bidang Tata Bahasa Selain memiliki berbagai macam jenis, tata bahasa juga memiliki berbagai bidang yang dipelajari di dalam bahasa Indonesia. 1. Fonologi Fonologi merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani yaitu phone yang artinya bunyi dan logos yang artinya ilmu. Fonologi disebut juga sebagai tata bunyi yang mana artiya fonologi merupakan bagian dari tata bahasa atau bidang ilmu bahasa yang menganalisis bunyi bahasa secara umum. Fonologi juga merupakan ilmu mengenai perbendaharaan fonem serta bahasa dan distribusinya. Fonologi dibagi menjadi dua bagian a. fonetik bagian ilmu linguistik yang mempelajari bunyi yang diproduksi oleh manusia, b. fonemik bagian fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti. 2. Morfologi Morfologi adalah bidang linguistik atau tata bahasa yang mengkaji mengenai pembentukan kata atau berbagai morfem di dalam suatu bahasa. Morfologi juga disebut sebagai tata bentuk yang merupakan satuan ujaran yang memiliki makna gramatikal atau leksikal yang turut serta dalam pembentukan kata atau yang menjadi bagian dari kata. Morfem dibedakan menjadi dua bagian, yaitu a. morfem terikat morfem tidak mampu berdiri sendiri, sehingga harus selalu berkaitan dengan morfem bebas dan melalui proses morfologis atau proses pembentukan kata, b. morfem bebas morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai kata serta secara gramatikal menduduki satu fungsi pada kalimat. 3. Sintaksis Sintaksis berasal dari bahasa Yunani kuno syn yang artinya bersama dan taxis yang artinya pengaturan. Artinya, sintaksis merupakan prinsip serta peraturan untuk membuat kalimat yang berguna untuk merujuk langsung pada sebuah peraturan atau prinsip yang mencakup mengenai struktur kalimat pada bahasa apapun. Sintaksis sering digunakan untuk melakukan rujukan pada aturan yang mengatur mengenai sistem matematika, seperti halnya bahasa pemrograman komputer, bahasa formal buatan, hingga logika. 4. Semantik Semantik berasal dari bahasa Yunani yaitu semantikos yang artinya memberikan tanda. Semantik merupakan cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain. Sintaksis dapat dikontraskan dengan dua aspek lain dari ekspresi makna, yaitu sintaksis dan pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana serta pragmatika atau penggunaan praktis simbol oleh agen atau komunitas pada suatu kondisi atau konteks tertentu. Aspek-Aspek Tata Bahasa Tata bahasa memiliki berbagai aspek yang terdiri atas lima hal, yaitu seperti yang akan dijelaskan di bawah ini. 1. Dilihat dari Tujuannya Dilihat dari tujuannya, tujuan dari penulisan tata bahasa untuk pendidikan adalah menciptakan alat bantu belajar bahasa agar proses penguasaan bahasa sasaran berjalan baik dan lebih mudah. Tata bahasa ini berkenaan dengan bagaimana cara membantu siswa agar dapat memahami dan memproduksi ujaran dalam bahasa yang dipelajari. 2. Dilihat dari Pengorganisasian Isinya Tata bahasa deskriptif diorganisasikan berlandaskan pada teori bahasa atau linguistik dan tata bahasa pendidikan berdasarkan menurut prinsip tata bahasa. 3. Dilihat dari Dasar Pemeriannya Dasar pemerian dari tata bahasa deskriptif adalah data empiris atau intuisi yang diperoleh dari seorang penutur bahasa. 4. Dilihat dari Gaya Penyajiannya Dari gaya penyajiannya, tata bahasa deskriptif merupakan uraian sistematis dalam menjawab berbagai pertanyaan, sedangkan penyajian materi pada tata bahasa pendidikan ini berkenaan dengan bagaimana pertanyaan yang diberikan. 5. Dilihat dari Ruang Lingkup Pemakaiannya Tata bahasa deskriptif memiliki ruang lingkup yang sifatnya lebih universal artinya isi dan formatnya tidak ditentukan oleh variabel yang ada pada para pemakai, akan tetapi ditentukan berdasarkan kaidah keilmuan linguistik. Contoh Pemakaian Tata Bahasa Agar Anda lebih memahami contoh pemakaian tata bahasa dalam kalimat, simak contoh di bawah ini. Di bawah ini, merupakan contoh tata bahasa dalam kalimat berdasarkan pengucapannya yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat langsung dan juga kalimat tak langsung. 1. Contoh Pemakaian Tata Bahasa Kalimat Langsung Biasanya, kalimat ini digunakan untuk menirukan ucapan orang lain, sehingga perlu diketahui bahwa penulisan kalimat ini diberi 2 tanda petik “…”. Berikut contoh-contohnya a. Dian bertanya kepada ibunya, “Jam berapa ibu pulang ke rumah?” b. “Jangan lupa mengunci pintu kamar dan pintu rumah jika akan keluar rumah,” pesan ayah kepada Lina yang masih berada di kamar. c. Lina berkata, “Tadi pagi, aku melihat Jani dan Dimas berjalan ke arah sekolah”. d. “Kerjakan tugas itu sekarang, nanti akan bapak koreksi,” perintah Pak Guru. 2. Contoh Pemakaian Tata Bahasa Kalimat Tak Langsung Berbeda dengan penggunaan kalimat langsung, kalimat tak langsung ini merupakan hasil perubahan kalimat dari kalimat tak langsung di mana tidak menggunakan tanda petik. Berikut contohnya a. Kartika berpesan padaku bahwa aku harus hadir ke acara ulang tahunnya besok. b. Tadi pagi ayah menyuruhku untuk mencuci sepeda motor. c. Lisa mengatakan padaku bahwa ia tidak bisa mengikuti bimbingan belajar pada hari ini. Artikel Terkait Kalimat Imperatif Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya Syarat Kalimat Efektif Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya Kalimat Efektif Pengertian, Prinsip, Karakteristik, dan Contoh Pengertian Kalimat, Unsur, dan Contoh SPOK nya 80+ Contoh Konjungsi Antarkalimat
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tata usaha" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI. tata usaha n penyelenggaraan urusan tulis-menulis keuangan dsb dl perusahaan negara dsb; administrasi;ketatausahaan n perihal tata usaha Bantuan Penjelasan Simbol a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja n Merupakan Bentuk Kata benda ki Merupakan Bentuk Kata kiasan pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya cak Bentuk kata percakapan tidak baku ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain - Pengganti kata "tata usaha" Kosakata Populer Sedang Dilihat Informasi Tentang Situs Merupakan situs penyedia data mengenai arti kata atau istilah dan cara pengejaannya beserta contoh kalimat yang disadur dari "Kamus Besar Bahasa Indonesia" atau yang biasa disingkat dengan KBBI. Tidak seperti beberapa situs web yang sama, kami mencoba untuk menyediakan berbagai fitur lain, seperti kecepatan akses, menampilkan dengan berbagai membedakan warna untuk jenis kata, tampilan yang tepat untuk semua web browser kedua komputer desktop, laptop dan ponsel pintar dan seterusnya. Fitur lengkap dapat dibaca di bagian fitur Online KBBI. Arti kata seperti kata "tata usaha" di atas ditampilkan dalam warna yang membuatnya mudah untuk mencari entri dan sub-tema. Berikut adalah beberapa penjelasan Jenis kata atau Deskripsi istilah-istilah seperti n kata benda, v kata kerja dalam merah muda pink dengan menggarisbawahi titik. Arahkan mouse untuk melihat informasi tidak semuanya telah dijelaskan Makna 1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dalam huruf tebal dengan latar belakang lingkaran Contoh penggunaan entri / sub entri yang ditandai dengan warna biru Contoh dalam Amsal ditandai di orange Ketika mengeklik hasil dari "Loading" daftar, hasil yang sesuai dengan kata Cari akan ditandai dengan latar belakang kuning Menampilkan hasil yang baik dalam kata-kata dasar dan derivatif, dan makna dan definisi akan ditampilkan tanpa harus kembali men-download data dari server Link cukup Permalink / Link indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya Kata 'teknologi' akan memiliki link di Kata 'konservatif' akan memiliki link di Kata 'rukun' akan memiliki link di Contoh Kata yang Mirip dengan kata "tata usaha" yaitu lam alif • tata usaha • bingkas • seruput • manajer • sale • alu-alu • intervensi • los • adaptabilitas • puntul • ejawantah • alamiah • dat • draf • klerikal • meduk • bengik • konklusi • botoh • dahan • inap • bak • mudun • multimeter • kuesioner • alik • bual • tolerir • audiensi dll Sehingga link ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dalam menulis, baik pada jaringan dan di luar dikembangkan dengan konsep desain responsif, berarti bahwa penampilan website situs dari KBBI akan cocok di berbagai media, seperti smartphones Tablet pc, iPad, iPhone, Tab, termasuk komputer dan netbook / laptop. Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang tambahan baru di luar KBBI edisi IIIMenulis singkatan di bagian definisi seperti yang, dengan, dl, tt, dp, dr dan lain-lain ditulis secara penuh, tidak seperti yang ditemukan di KBBI PusatBahasa.✔ Informasi tambahanTidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdiri dari 2 atau 3 surat, semua akan ditampilkan. Jika hasil pencarian dari "Loading" daftar sangat besar, hasil yang dapat langsung diklik pada akan terbatas jumlahnya. Selain itu, untuk beberapa kata pencarian, sistem akan hanya mencari kata-kata yang terdiri dari 4 huruf atau lebih. Misalnya apa yang dicari adalah "water, minyak, dissolve", sehingga hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan membubarkan beberapa kata pencarian dapat dilakukan dengan memisahkan setiap kata dengan tanda koma, misalnya mengajar, program, komputer untuk menemukan kata-kata pengajaran, program dan komputer. Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam "base words" kolom dan hasil dalam bentuk kata-kata turunan akan ditampilkan dalam "Loading" kolom. Ini banyak kata pencarian akan hanya mencari kata-kata dengan minimal 4 Surat panjang, jika sebuah kata yang 2 atau 3 Surat panjang, kata akan data arti kata yang terdapat di website ini merupakan hak cipta dari situs resmi KBBI yang beralamat di Jika anda menemukan padanan kata atau arti kata yang menurut anda tidak sesuai atau tidak benar, maka anda dapat menghubungi ke pihak Badan Bahasa KEMDIKBUD untuk memberikan kritik atau saran Berikut adalah informasi kontak dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur. Telepon 021 4706287, 4706288, 4896558, 4894546. Faksimile 021 4750407 Email [email protected]
Pengertianbelajar, pembelajaran, pengajaran, pendidikan. Menurut Slamet (1995:2) belajar adalah "suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.". Winkel (1996:53) belajar adalah "suatu PengertianTata Usaha. Pada dasarnya tata usaha iyalah penyelenggaraan pekerjaan administrasi yang berkaitan pada tulis-menulis ataupun mengumpulkan data, termasuk dalam hal keuangan dan sebagainya dalam sebuah perusahaan, organisasi maupun negara. Di bawah ini pengertian tata usaha menurut para ahli: Menurut Nawawi dan Martini (1996) Karenaitulah, penggunaan kata kuliner menjadi begitu dinamis dan fleksibel. Berikut beberapa contoh pengertian kuliner dalam berbagai bidang: 1. Wisata Kuliner. Istilah wisata kuliner merupakan bidang yang paling sering didengar oleh kebanyakan orang. Hal ini karena wisata kuliner menggabungkan aspek kuliner dalam pariwisata.PengertianAdminitrasi. Administrasi adalah usaha atau kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi: catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan.. Pengertian Adminitrasi Menurut Para Ahli
.